Uncategorized

Masyarakat di Palangkaraya mengajukan pengaduan ke BPBD atas lambatnya tanggap bencana


Warga Palangkaraya, sebuah kota di Kalimantan Tengah, Indonesia, menghadapi lambatnya respons bencana dari badan penanggulangan bencana setempat, BPBD. Dalam beberapa minggu terakhir, masyarakat telah mengajukan banyak keluhan mengenai kurangnya bantuan yang tepat waktu dan efektif selama masa krisis.

Palangkaraya tidak asing dengan bencana alam, seringnya terjadi banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Meski demikian, warga sempat menyatakan kekesalannya atas lambatnya respons BPBD saat bencana melanda. Banyak yang melaporkan bahwa layanan darurat membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk tiba, sehingga membuat mereka terlantar dan rentan.

Salah satu warga, Ibu Siti, menceritakan pengalamannya lambatnya tanggap bencana, dan menyatakan bahwa saat terjadi banjir baru-baru ini, BPBD membutuhkan waktu lebih dari 24 jam untuk mencapai lingkungannya dan memberikan bantuan. Dia mengungkapkan kekecewaan dan ketakutannya terhadap keselamatan keluarganya, karena mereka tidak memiliki makanan, air bersih, atau pasokan medis pada saat-saat kritis setelah bencana.

Warga lainnya, Pak Budi, menyoroti kurangnya koordinasi dan komunikasi di antara petugas tanggap darurat saat terjadi kebakaran hutan baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa banyak lembaga terlibat dalam upaya tanggap darurat, namun tidak adanya arahan dan kepemimpinan yang jelas, sehingga mengakibatkan respons yang tertunda dan terfragmentasi.

Tokoh masyarakat juga menyuarakan kekhawatirannya mengenai kapasitas dan sumber daya BPBD untuk merespons bencana di kota secara efektif. Mereka menyerukan pelatihan dan peralatan yang lebih baik bagi para pekerja tanggap darurat, serta peningkatan koordinasi dengan lembaga dan organisasi lain yang terlibat dalam manajemen bencana.

Menanggapi keluhan tersebut, BPBD telah mengakui kekurangan dalam upaya tanggap bencana dan berjanji untuk meningkatkan layanannya. Mereka berjanji untuk meningkatkan pelatihan bagi staf mereka, meningkatkan sistem komunikasi, dan menyederhanakan protokol respons mereka untuk memastikan respons yang lebih tepat waktu dan efektif terhadap bencana di masa depan.

Masyarakat di Palangkaraya berharap bahwa perubahan ini akan menghasilkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana yang lebih baik di kota tersebut. Mereka meminta BPBD untuk memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan warga dan memastikan tidak ada satu orang pun yang tertinggal pada saat krisis. Dengan bekerja sama dan meminta pertanggungjawaban pihak berwenang, masyarakat bertekad untuk membangun kota yang lebih tangguh dan siap bencana di masa depan.