Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah di Indonesia, terkenal dengan hutan lebat dan kekayaan keanekaragaman hayati. Namun, kota ini juga menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir akibat bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan. Untuk mengatasi tantangan ini, kota ini telah membentuk Badan Tanggap Darurat, yang dikenal sebagai BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).
BPBD di Palangkaraya memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan dan mengelola upaya tanggap darurat di kota tersebut. Badan ini bertanggung jawab untuk mempersiapkan, merespons, dan memulihkan diri dari bencana alam, serta mendidik masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dan langkah-langkah pencegahan. Badan ini bekerja sama dengan lembaga pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan efektif terhadap keadaan darurat.
Temui para pemain kunci di Badan Tanggap Darurat Palangkaraya, BPBD:
1. Bambang Surya Putra, Head of BPBD
Bambang Surya Putra adalah Kepala BPBD Palangkaraya. Dengan latar belakang manajemen bencana dan tanggap darurat, Bambang memimpin badan tersebut dalam mengembangkan strategi dan rencana untuk memitigasi dampak bencana alam di kota. Ia bekerja erat dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan efektif terhadap keadaan darurat.
2. Rina Wahyuni, Disaster Risk Reduction Officer
Rina Wahyuni ​​bertanggung jawab melaksanakan program pengurangan risiko bencana di Palangkaraya. Dia bekerja dengan komunitas lokal untuk meningkatkan kesadaran tentang kesiapsiagaan bencana dan langkah-langkah pencegahan, serta mengadakan sesi pelatihan dan lokakarya mengenai tanggap darurat. Rina berperan penting dalam membangun ketahanan masyarakat dan mengurangi kerentanan terhadap bencana alam di kota.
3. Dodi Prayitno, Koordinator Operasi Lapangan
Dodi Prayitno bertugas mengkoordinasikan operasi lapangan saat terjadi keadaan darurat di Palangkaraya. Ia bekerja erat dengan petugas pertolongan pertama, kelompok relawan, dan lembaga lain untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi terhadap bencana. Dodi mengawasi pengerahan sumber daya, peralatan, dan personel ke daerah yang terkena dampak, serta mengoordinasikan upaya evakuasi dan penyelamatan.
4. Siti Nurjanah, Public Information Officer
Siti Nurjanah bertugas menyebarkan informasi kepada masyarakat saat terjadi keadaan darurat di Palangkaraya. Dia menggunakan berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, radio, dan televisi, untuk memberikan informasi terkini tentang situasi, prosedur evakuasi, dan tindakan pencegahan keselamatan. Siti memainkan peran penting dalam memberikan informasi dan keterlibatan masyarakat selama masa krisis.
Para pemain kunci di Badan Tanggap Darurat Palangkaraya, BPBD, bekerja tanpa kenal lelah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga kota selama keadaan darurat. Melalui dedikasi, keahlian, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, mereka mampu merespons bencana alam secara efektif dan memitigasi dampaknya terhadap masyarakat. Upaya mereka sangat penting dalam membangun ketahanan dan kesiapsiagaan di Palangkaraya, dan mereka menjadi teladan bagi kota-kota lain yang menghadapi tantangan serupa.
