Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah di Indonesia, sudah tidak asing lagi dengan bencana alam. Terletak di Pulau Kalimantan, kota ini rawan terhadap banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau. Dalam menghadapi bencana yang sering terjadi ini, Badan Tanggap Bencana Palangkaraya (PDRA) telah muncul sebagai mercusuar kesiapsiagaan dan ketahanan.
PDRA adalah lembaga pemerintah yang didedikasikan untuk penanggulangan dan tanggap bencana di Palangkaraya. Organisasi ini didirikan sebagai respons terhadap kebakaran hutan dahsyat yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2015, yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Sejak itu, badan tersebut telah bekerja tanpa kenal lelah untuk meningkatkan kesiapan kota menghadapi bencana di masa depan.
Salah satu pilar utama pendekatan PDRA adalah keterlibatan masyarakat. Badan ini bekerja erat dengan masyarakat lokal untuk meningkatkan kesadaran tentang kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana. Hal ini termasuk melakukan latihan dan sesi pelatihan secara berkala, serta memberikan informasi tentang bagaimana tetap aman selama keadaan darurat. Dengan memberdayakan warga untuk mengambil tindakan saat menghadapi bencana, PDRA membangun komunitas yang lebih tangguh yang mampu bertahan dan pulih dari bencana alam.
Selain pelibatan masyarakat, PDRA juga berfokus pada pembangunan infrastruktur penting untuk mendukung upaya tanggap bencana. Hal ini mencakup pembangunan pusat evakuasi, sistem peringatan dini, dan tempat penampungan darurat. Dengan berinvestasi pada sumber daya ini, lembaga ini memastikan bahwa Palangkaraya memiliki peralatan dan fasilitas yang diperlukan untuk memberikan respons yang efektif terhadap bencana yang terjadi.
Selain itu, PDRA sangat menekankan kolaborasi dan koordinasi dengan lembaga pemerintah lainnya, LSM, dan mitra internasional. Dengan bekerja sama, para pemangku kepentingan ini dapat menggabungkan sumber daya dan keahlian mereka untuk memberikan respons bencana yang lebih komprehensif. Pendekatan terkoordinasi ini memastikan bahwa seluruh aspek manajemen bencana – mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan – ditangani secara tepat waktu dan efektif.
Upaya PDRA tidak luput dari perhatian. Pada tahun 2019, badan ini mendapat pengakuan dari Program Pembangunan PBB atas pendekatan inovatifnya dalam manajemen bencana. Komitmen badan tersebut untuk membangun ketahanan dalam menghadapi bencana alam dapat menjadi contoh bagi kota dan daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Ketika perubahan iklim terus memperburuk frekuensi dan intensitas bencana alam, pekerjaan lembaga-lembaga seperti PDRA menjadi semakin penting. Dengan berinvestasi pada kesiapsiagaan, ketahanan, dan keterlibatan masyarakat, Palangkaraya memberikan contoh yang baik tentang bagaimana kota dapat beradaptasi dan berkembang dalam menghadapi kesulitan. Dengan dukungan PDRA dan mitra-mitranya, kota ini lebih siap menghadapi badai – baik secara literal maupun metaforis – yang akan terjadi.
